HTML5 Powered with CSS3 / Styling, and SemanticsLevel Double-A conformance, 
          W3C WAI Web Content Accessibility Guidelines 2.0

Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-110

on Senin, 21 Mei 2018. Posted in Berita

Aimadidi, Senin, 21 Mei 2018. Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional Ke-110, Pengadilan Negeri Airmadidi melaksanakan upacara di halaman pengadilan. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Airmadidi yaitu Bapak Agus Tjahjo Mahendra, S.H. dan bertindak sebagai komandan upacara yaitu Kepala Bagian Umum dan Keuangan, Bapak Djoeli Iswahdjudi. Upacara tersebut diikuti oleh Hakim, Panitera, Sekretaris, pejabat struktural dan fungsional, karyawan dan karyawati, tenaga honorer, serta para calon hakim Pengadilan Negeri Airmadidi. (RFA)

Sebagaimana instruksi Mahkamah Agung melalui Surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 289/SEK/KS.00/05/2018 tentang Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-110 Tahun 2018, maka Ketua Pengadilan Negeri Airmadidi menyampaikan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dengan tema "PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA MEMPERKUAT PONDASI KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA DI ERA DIGITAL”. Melalui sambutan tersebut, Bapak Rudiantara sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mengajak untuk memaknai Hari Kebangkitan Nasional Ke-110 sebagai upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri. Selain itu, pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan, agar bangsa ini bangkit bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia;

 

Seiring dengan era digitalisasi di berbagai bidang yang terjadi saat ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mengajak untuk bersama-sama menjauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah belah dan konten-konten negatif agar anak-anak bebas berkreasi, bersilaturahmi, berkespresi, dan mendapatkan manfaat dari digitalisasi tersebut. Sehingga dengan demikian, digitalisasi dapat menjadi wadah yang kondusif bagi perkembangan budi pekerti yang seimbang dengan pengetahuan dan keterampilan generasi penerus bangsa.